image

Pilkada serentak berlangsung pada 9 Desember 2015, kodya Depok turut menggelar pemilihan kepala daerah. Setelah dua periode dipimpin Nurmahmudi Ismail, Depok mencoba berbenah dengan konsep perubahan yang digulirkan oleh pasangan calon dari koalisi PDIP, Golkar, PAN, PPP, PKB dan Nasdem; Dimas Oky Nugroho dan Babai Suheimi.

Pemerataan program kesehatan dan pendidikan dipandang perlu diupayakan. Sejauh ini pelayanan kesehatan daerah kodya Depok masih terlalu jauh untuk dijangkau, antara puskesmas ke rumah sakit umum daerah. Menumpuknya pembangunan kodya Depok yang berpusat di Margonda, membuat kodya Depok lainnya seperti Depok I, II, Timur, Tengah, Sawangan, Citayam dan sekitarnya mengalami kesulitan untuk mengakses pelayanan RSUD.

Begitupula pelayanan pendidikan, kurang meratanya sekolah umum dari SD hingga SMA membuat masyarakat kodya Depok melintas ke Jakarta dan sekitarnya untuk memperoleh pendidikan yang memadai. Namun untuk kebanggaan perguruan tinggi, kodya Depok memang prestisius dengan adanya Universitas Indonesia dan Universitas Gunadharma, meski warga lokalnya masih minim.

Hal ini dikemukakan oleh Tjetjep Kurniawan ketua kampanye dalam wawancaranya dengan IAS.

Ia mengungkapkan keprihatinannya dalam pemerataan kesehatan terutama akses pelayanan 24 jam. Begitupula dengan akses pendidikan yang masih membutuhkan banyak perhatian.

Tjetjep mengatakan, masalah transportasi menjadi sorotan, sebab sejak 10 tahun kepemimpinan Nurmahmudi Ismail, macetnya lalu lintas masih menjadi problema yang belum ada solusinya. Sehingga pemerintah pusat mesti turun tangan untuk membangun infrastruktur jalan seperti tol jagorawi cinere. Untuk penanggulangan banjir, diharapkan waduk-waduk yang dibangun kodya Depok mampu memberikan manfaat pariwisata agar pendapatan asli daerah (PAD) kodya Depok dapat tercapai targetnya.

Diharapkan di masa yang akan datang, Dimas Babai dapat memberikan sinergi tersendiri dalam kepemimpinan kodya Depok, sehingga sebagai kota satelit ibukota DKI Jakarta, mampu memberikan kontribusi perubahan di sektor sosial kemasyarakatan Jabodetabek. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s