Maraknya kebakaran hutan Sumatera dan Kalimantan sudah mencapai titik mengkhawatirkan. Banyak pihak bahkan sudah menempatkan kebakaran hutan telah menjadi bencana nasional. Kesigapan pemerintah pusat dalam menanggulangi kebakaran hutan pun dipertanyakan. Kebakaran hutan juga sudah meluas sampai ke Sulawesi.

Bencana perubahan iklim telah berturut-turut terjadi di Sumatera, diawali dengan erupsi gunung sinabung di Kabupaten Karo sejak 2012, hingga kebakaran hutan yang meliputi ribuan hektar hutan belantara yang juga merambat ke Kalimantan. Bencana nasional kebakaran hutan tidak sepenuhnya terjadi karena faktor alam, disebabkan oleh pembukaan lahan yang membabi buta oleh pengusaha lokal nasional dan ASEAN.

Ditengarai pembukaan lahan diperuntukan perkebunan sawit oleh para pengusaha yang teledor dan memudahkan banyak cara. Didasari dengan konsesi tanah yang dimiliki para pengusaha tersebut, pembukaan lahan dilakukan secara serampangan. Tidak saja menjadi gangguan cuaca di ASEAN, namun juga tercatat memunculkan kerugian material dan kesehatan.

Bob Randilawe mengungkapkan, per tanggal 27 Oktober sudah 12 warga meninggal akibat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan kerugian ditaksir sekitar 20 trilyun.  Dampak asap juga melumpuhkan aktifitas penerbangan selama hampir 2 bulan dan melambatkan perekonomian rakyat serta menghentikan aktifitas belajar anak-anak sekolah.

Ia mengutarakan, hutan dan lahan sawit yang terbakar sekitar 1,7 juta hektar dan hampir 45 juta jiwa warga terdampak secara kesehatan, sosial-ekonomi, dan hayati, serta lebih dari 500 ribu jiwa terinfeksi ISPA.

Bob Randilawe, yang juga adalah Ketua Majelis Prodem menegaskan, bahwa pemerintah telah lalai mengeluarkan perijinan sawit selama ini, dan tidak pernah menghargai prinsip lingkungan berkelanjutan sebagai landasan pengelolaan sumber daya alam, termasuk sawit.

Ia menyatakan, akibat bencana asap ini pemerintah  harus melakukan audit lingkungan secara independen dan transparan, karena menyangkut aset negara dan merugikan masyarakat secara luas.

Ketua Prodem yang akrab disebut Bang Bob menguraikan, keserakahan dan akumulasi kapital telah membutakan para pemodal demi keuntungan semata. Dampak sosial dari keserakahan dan akumulasi kapital semata serta kedangkalan pemahaman akan kesadaran lingkungan telah menyebabkan bencana lingkungan yang sangat mahal ongkos rehabilitasinya (Social and environmental cost recovery).

Ia menyerukan, cara berfikir “stakeholder” (pemangku kepentingan) harus diganti dengan “shareholder” atau (pemangku tanggungjawab). Sumber daya alam tidak semata untuk tujuan ekonomi tapi juga wajib memasukan prinsip lingkungan berkelanjutan.

Ketua Prodem 2015 tersebut mengajukan agar Presiden Jokowi harus melakukan audit lingkungan dengan melibatkan LIPI atau Perguruan Tinggi yang hasilnya dilaporkan kepada publik dan diawasi oleh suatu Komisi Lingkungan yang memonitor secara ketat pernana  instansi terkait, seperti Menko Perekonomian, Menteri LHK, Menteri Perdagangan, Kapolri, Gubernur, Bupati.

Ia menyebutkan, efektivitas fungsi pengadilan lingkungan berdasarkan SKB MenLHK-Kapolri-Jaksa Agung, yang selama ini hanya asesoris negara seolah pro lingkungan mesti digalakkan.

Bob Randilawe yang juga mantan aktivis 80-an dan senior gerakan era 98 ini juga mendesak Presiden Jokowi segera mencekal para pemilik lahan sawit diatas 10.000 hektar (korporasi).

Ia menjelaskan, ini menyangkut kesungguhan pemerintah melakukan law enforcement dan uji komitmen para pengusaha terhadap pengelolaan SDA yang berkelanjutan. Terapkan regulasi dan roadmap yang komprehenship tentang pengelolaan SDA (sawit) yang berbasis pembangunan berkelanjutan.

Bob Randilawe menyerukan, zero-tolerance bagi pemegang ijin yang tidak compli (patuh) serta kepada pelaku pidana pembakaran lahan secara sengaja.

Bencana asap tahun 2015 ini harus menjadi yang terakhir terjadi di Indonesia! Jika perlu Presiden Jokowi harus merombak kabinet yang terkait dengan bencana asap tersebut! (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s