RAPBN 2016 nantinya akan mendapat perhatian utama pada pembiayaan dan penyerapannya. Kemenkeu mencetuskan budget reform bahwa negara modern tidak lagi memperjualbelikan hasil alam. Stigma ekspor impor hasil alam merupakan komoditas yang sangat dinamis, apabila harganya tinggi maka akan tinggi pula pemasukan, begitupula sebaliknya.

Pembelanjaan yang tak tentu arah mesti dikurangi di masa yang akan datang, mesti diinsyafi bahwa penyerapan anggaran berdasarkan pajak dan cukai merupakan cara yang menguntungkan. Yang mesti dilakukan oleh pemerintah adalah mendukung terjadinya pola ekonomi yang sehat berlangsung di Indonesia.

Pada kesempatan sarasehan wartawan dan Kemenkeu RI yang berlangsung 6 November 2015 sampai 8 November 2015 disampaikan bahwa kebutuhan negara atas sumber-sumber penyerapan, pembiayaan dan belanja negara di APBN 2016.

Suwarto, Dirjen Perekonomian Makro menjelaskan daya beli masyarakat yang tinggi dapat menjadi rebound dari pertumbuhan ekonomi. Penguatan daya beli tersebut yang diupayakan agar marak terjadi pada masyarakat, sehingga penyerapan anggaran melalui pajak dan cukai dapat memenuhi target bahkan melampaui target.

Ia mengungkapkan, suku bunga perbankan juga perlu stabilisasi, ketidakpastian suku bunga internasional inipun membutuhkan perhatian khusus agar roda perekonomian berjalan lancar. Pertumbuhan yang relatif tinggi memang di Jawa dan yang rendah di Kalimantan, pemerataan pertumbuhan yang diimbangi dengan stabilitas suku bunga perbankan menjadi kunci perekonomian secara makro.

Pembangunan infrastruktur dibutuhkan agar geliat ekonomi diberbagai pelosok Indonesia menjadi tumbuh pesat, perlu ada diversifikasi industri. Setidaknya 60 persen pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi ada di Jawa dan Bali, dan hal ini harus dipertahankan sambil menumbuhkan laju perekonomian daerah lainnya.

Suwarto mengutarakan, pertumbuhan yang tinggi di Jawa pada umumnya adalah industri manufaktur, taka da di pulau Jawa pertambangan, kalaupun ada sedikit sekali. Sementara itu di Kalimantan, Sulawesi dan Papua belum ditemukan industri pokok yang di khususkan. Diversifikasi industri tersebut digunakan agar tidak ada dana yang menguap atau tidak produktif di masing-masing wilayah, sehingga belanja negara dan belanja daerah tepat sasaran. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s