Pembentukan penyerapan RAPBN 2016 digulirkan oleh Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro. Beberapa topik menjadi sorotan oleh Kemenkeu terutama pada bidang perpajakan, penanaman modal negara dan menurunnya nilai mata uang rupiah serta penurunan tax ratio.

Pada kegiatan sarasehan wartawan dan Kementerian Keuangan RI yang berlangsung 6 November 2015 sampai 8 November 2015, Menteri Keungan RI Bambang Brodjonegoro tampil sebagai keynote speaker untuk memberikan keterangan seputar penguatan keuangan Indonesia.

Menkeu RI menjelaskan, sehubungan dengan tax ratio terjadi penurunan, sejak 2012 sampai 2014 sebesar 12 persen, pada 2015 hanya 11 persen. Idealnya pendapatan negara dari pajak, apabila ekonomi dalam keadaan normal maka semestinya diatas 15 persen.

Pertumbuhan ekonomipun menjadi sorotan oleh Menkeu RI, semestinya Indonesia tidak terlalu nyaman dalam comfort zone. Pertumbuhan rata-rata 5 persen sesungguhnya pada tingkat aman, namun apabila ingin menjadi sebuah bangsa besar dan dipandang oleh pergaulan internasional maka mesti berani untuk bergerak dari zona nyaman.

Bambang mengutarakan, Indonesia mesti berani untuk bertumbuh menggenjot sektor-sektor riil untuk penyerapan RAPBN 2016, tidak melulu bergantung pada pajak dan cukai. Perdagangan internasional perlu untuk digulirkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Mengenai tax amnesty memang sudah waktunya diterapkan setelah 32 tahun pemerintahan Orde Baru dan 17 tahun Orde Reformasi idealnya diterapkan. Rentang waktu 49 tahun dipandang cukup untuk menjadi sebuah momentum memberikan tax amnesty. Hal ini diterapkan disebabkan oleh menurunnya tax ratio pada 2014.

Menkeu RI mengungkapkan, perundang-undangan mengenai tax amnesty akan segera dibuat karena memang sudah waktunya dan diperkirakan selesai pada Oktober 2017. Kondisi keuangan Indonesia memang membutuhkan angin segar agar dapat bangkit dan melesat bersamaan dengan berjalannya waktu pemerintahan.

Ia menjelaskan, ekonomi pasti akan bertumbuh dan memang hal tersebut wajar adanya, namun bukan hal tersebut intinya, kesejahteraan masyarakat menjadi pokok pemikiran dalam pertumbuhan ekonomi, itu sebabnya Indonesia mesti berani bergeser dari zona nyaman stabilitas keuangan. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s