Tentunya tak perlu diragukan bahwa cinta kasih Allah kepada umat manusia merupakan sebuah tonggak dalam peri kehidupan dan peri kemanusiaan bangsa Indonesia. Sudah 70 tahun bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan dan mengalami pasang surut kehidupan. Bagi kita orang dewasa tentunya apabila sedikit menoleh ke belakang kemerdekaan yang diperoleh tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Para pahlawan memiliki rasa percaya terhadap cinta kasih Allah telah membentuk mereka untuk teguh dan tekun dalam berjuang.

Bagaimana kita orang dewasa menerapkan cinta kasih Allah kepada anak agar anak memiliki mental yang sama di masanya mereka, tentunya menjadi pokok pemikiran tersendiri bagi orang tua. Agar memiliki keteguhan dan ketekunan yang sama dalam mengarungi kehidupan yang memiliki pola pasang surutnya sendiri. Mengajarkan cinta kasih Allah adalah perkara yang paling awal perlu diajarkan kepada anak agar memiliki tekad yang kuat.

Bona (31) memiliki kisah tersendiri tentang orang tua yang menerapkan cinta kasih Allah di masa kecilnya yang diawali dengan ketekunan beribadah. Kenapa diawali dengan ibadah? Sebab melalui ibadah anak dikenalkan kepada cinta kasih Allah sang pemilik kehidupan. Ia mengisahkan masa kecilnya diajarkan berpuasa pada umur dua tahun melalui sahur disaat bulan Ramadhan dan menyaksikan riuhnya masyarakat menyambut bulan puasa tersebut.

Seiring berjalannya waktu dan menjelang dewasa, Bona makin mengerti arti berpuasa dan senang dengan anugerah yang didapat dari menjalani bulan puasa. Begitu dirinya mengetahui bahwa berpuasa di bulan Ramadhan akan membersihkan dosa dirinya semakin bersemangat berpuasa hingga datang idul fitri atau lebaran. Saat bulan puasa itupun ia menjadi belajar bahwa apabila tertindas maka Allah akan membukakan jalan bagi umat yang memperjuangkannya.

Contoh sederhana dalam beribadah tersebut menginsipirasi banyak orang untuk turut melakukan ibadah-ibadah lainnya sehingga ketika anak merasa mengalami keterpurukan dalam kehidupan memiliki rasa percaya bahwa dirinya mampu bangkit. Mengajarkan cinta kasih Allah kepada anak di usia dini tidak hanya bermanfaat di masa kecil, bermanfaat pula di masa dewasa, bahwa dirinya memiliki tempat untuk bersandar ketika mengalami kesedihan atau keterpurukan yaitu Allah sang pemilik kehidupan.

Bona mengutarakan, pentingnya menjadikan Allah sebagai tempat bersandar adalah agar anak memiliki rasa percaya diri dalam kehidupan dan tak merasa menjalani kehidupannya sendirian. Lalu bagaimana agar anak tidak over confidence tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri, namun dengan fondasi ibadah anak akan mudah berbaur dan memiliki cara berpikir yang luas sehingga ketika dirinya di kritik atau diingatkan oleh lingkungan tidak merasa tersinggung bahkan merasa diperhatikan oleh masyarakat atas kealpaannya dalam menjalani kehidupan. Sehingga ketika mengalami overruled, dirinya tidak merasa keberatan bahkan mampu membenahi perilakunya yang dianggap salah oleh sekitarnya.

Pemuda dengan profesi pengacara ini menjelaskan, apabila anak sedini mungkin bahwa Allah memiliki cinta kasih, tentunya akan mudah bagi anak untuk berlaku sama terhadap Allah, sehingga memiliki kepekaan terhadap sekitarnya. Bagi anak, sedari kecil hingga dewasa; mengetahui bahwa dirinya ditemani oleh Allah dalam menjalani kehidupannya, tentunya ia akan berlaku sama terhadap sesamanya, takkan berusaha untuk memiliki niat buruk dalam menjalani kehidupannya. Sehingga lingkunganpun mampu mengukur dan mengetahui ketulusan dirinya yang kemudian menemaninya dalam mengarungi kehidupan. Kehidupan yang bersandar pada cinta kasih Allah merupakan cara hidup yang terbaik yang bisa dilakoni oleh setiap anak. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s