Dini hari kanarsih (57) mempersiapkan seperangkat alat termos air panas dan keranjang untuk berjualan kopi di seputaran Pasar Rebo. Dia menjalani usaha berjualan kopi seduh sudah sejak 2011, dan tak mengenal lelah setiap harinya. Kebutuhan sederhana seperti membayar kontrakan rumah merupakan hal yang mesti dipenuhi setiap bulannya. Sebagai seorang janda yang merupakan bagian dari program transmigrasi di masa Orde Baru, telah mengalami pasang surut kehidupan dan telah memakan asam garam dari pengalaman hidupnya.

Kanarsih diawal 80an ikut program transmigrasi ke Sumatera Barat yang berasal dari Purwokerto bersama suaminya, ibu dari tiga orang anak ini ditinggal mangkat suaminya sejak medio 2011. Sejak itu dia memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta dan telah menjalani berbagai usaha. Dimulai dari berdagang kelontong sampai berdagang kopi seduh.

Yang mengagumkan dari Kanarsih, tak ada terpikirkan olehnya untuk hidup nyaman dan tenteram di panti jompo, bagi dirinya hidup tak menggantungkan nasib ke orang lain merupakan prinsip yang tak bisa ditawar. Meski setiap harinya butuh membayar rumah kontrakan Kanarsih tak menyurutkan prinsip hidup mandiri dan tak bergantung dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sementara Indonesia disibukkan dengan kasus papa minta saham yang bergulir di MKD dan kasus Pelindo II, Kanarsih tampak tak menggubris isu-isu yang beredar; yang dia harapkan adalah apabila pak Jokowi mendengar harapannya, hanya ingin agar dibantu untuk modal usahanya. Baginya cukup untuk mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir hayatnya secara mandiri merupakan prinsip utama, dia tak ingin hidup mengemis dan menggembel yang menghabiskan waktu hidupnya berharap dari belas kasihan orang lain.

Dari kisah Kanarsih kita dapati bahwa keteguhan untuk bersikap mandiri atau berdikari merupakan hal pokok dalam kehidupan. Segala jenis usaha dilakoninya demi prinsip hidupnya tersebut, dan jalan hidup yang ditempuh olehnya inilah yang sejenak bisa mengilhami bahwa kemandirian memang merupakan falsafah hidup yang telah mengakar di sanubari rakyat seperti Kanarsih. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s