by Zeng Wei Jian

Gubernur Ahok mengerahkan 7.500 personil TNI, Polri, Pol PP plus sniper 9 laras panjang yang dilihat warga dari 3 mobil di atas fly over melawan 35KK warga Kalijodoh terakhir yg bertahan. 
Korban gusuran Kalijodo ber-KTP DKI berjumlah 6027 KK. Jadi sekitar 15 ribu jiwa. Tidak termasuk pendatang dengan KTP non DKI.

Dari sekian banyak korban, hanya sekitar 200KK ditampung di Rusun Marunda. Sisanya tidak terdeteksi. Seratusan dari mereka terlalu miskin sehingga terpaksa bertahan di bekas lokasi mereka. Di Kolong Tol. Pemda pernah janji memberikan pekerjaan kepada semua korban gusuran. Mestinya memang demikian. Konvensi internasional mengharuskan itu. Dalam kasus Kalijodoh, di antara 200KK yang ditampung di rusun, ada 10 orang diberi pekerjaan sebagai satpam dan kebersihan rusun. 

Saat ini, ada sekitar 30-an anak kecil dan seratus warga bertahan di bekas lokasi rumah mereka. Di kolong tol. Mereka terlalu miskin untuk sanggup rent a house. 

Ada yang bekerja sebagai tehnis AC, timer, kuli bangunan magang dan apa saja. Mereka sulit bersaing dengan ojek berbasis aplikasi. 

Saya bersama Eq Edysa Tarigan dan cameraman bersilahturahmi di sana sampai jam 1 pagi. 

Hanya ada satu toilet umum. Terbuat dari triplex bekas, dolken seken. Tinggi sekitar 1 meter. Tidak ada tenda. Gelap. Sunyi. No electricity, no water, no tivi, no nothing. Beda dengan Kampung Aquarium, di sini banyak nyamuk. 
“Tidak pernah ada media turun ke sini & memberitakan kondisi warga ini,” kata Eq Edysa Tarigan. 

Pasca penggusuran, mereka terlupakan. Jadi manusia sisa-sisa. No one seems to care. Mereka di stigma secara sangat keji dan dusta. Komnas Anak tidak peduli. Let alone Komnas Perempuan. No journalist whatsoever. They are left alone in their deepest despair. 

Satpol PP pernah 2x menyergap. Tanpa salam, tanpa permisi. Beberapa prajurit pamong praja berseragam abu-abu monyet merobohkan pilar kayu dan bilik-bilik bedeng. Warga yang sedang tidur diseret. Sontak warga melawan. Pol PP lari terabas pagar teralis. Dihujani batu. Padahal Jasa Marga (pengelola kawasan itu) telah memberi mereka izin sebagai pengawas dan pengelola kolong tol. 

Foto di bawah ini gubuk yang ditempati sisa warga ex penggusuran kalijodo. Mereka warga biasa. Profesinya wajar. Ada pedagang, serabutan, ambil size job dari pabrik dll. Sudah sejak Februari mereka hidup di Kolong Tol dengan gubuk seperti foto ini.

Berikut video tentang harapan ibu dul warga kampung akuarium :

Semoga pak Joko Widodo mendengar jeritan hati rakyat yang menjadi korban penggusuran. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s