Perlawanan terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok semakin banyak bermunculan. Perlawanan tersebut mempunyai latarbelakang yang berbeda-beda, mulai dari keresahan atas cara kepemimpinan Ahok, atas kepentingan politiknya dan yang lebih lagi ada juga yang menyangkutkan isu Sara.

“Yap, Jakarta butuh gubernur nasionalis bukan gubernur pengembang ataupun gubernur fanatik agama,” jawabnya saat ditanya, adanya perlawanan terhadap ahok yang membawa isu Sara.

Menurut pria yang akrab di sapa bung Eq ini, Jakarta butuh gubernur yang mengayomi seluruh tumpah darahnya.

“Gubernur adalah pemimpin maka seharusnya menjadi pengayom yang bersungguh-sungguh melindungi rakyatnya.” ucap ex aktivis 98 tersebut.

Ditambahkannya bahwa urusan agama dan dosa, hanya Tuhan yang bisa menghakimi.

“Tapi perbuatannya pada negara dan rakyat yang bisa kita pertanyakan atau gugat, karena gubernur adalah jabatan publik. Bertanggung jawab kepada rakyat.” tegasnya.

“Harus!!! siapapun pemimpin negeri ini menjalankan amanah mukadimah UUD 45 sebagai tujuan kita berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dijelaskan lebih jauh bahwa kepentingan pengembang yang membuat masyarakat saat ini terbelah-belah, dan pemerintah dengan rakyat seperti selalu bermusuhan.

“Bhinneka Tunggal Ika cuma slogan. Saat ini negara tak mampu menghentikan upaya-upaya disintegerasi, karena itulah kita butuh pemimpin yang nasionalis. Mencintai tanah air dan rakyatnya serta selalu mengedepan azas bergotong royang dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada.” pungkasnya. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s