Calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab di sapa Ahok tidak ingin mengambil cuti kampanye saat kampanye untuk Pilkada DKI 2017. 

Dia ingin tetap melaksanakan kerjaannya di Balaikota, dengan alasan takut membuka peluang bagi oknum PNS yang “bermain” dengan anggaran APBD yang mencapai 70 Triliun Rupiah.

“Alasan Ahok menolak cuti demi menjaga APBD menunjukkan Ahok telah gagal sebagai pemimpin. Gagal membuat sistem yang baik dan gagal menempatkan orang-orang yang bersih dan kompeten.” Ujar Edysa Girsang

Eq, sapaan akrab Edysa Girsang juga menambahkan bahwa pernyataan Ahok itu membuka kedok pemerintahan yang dipimpinnya. 

” Dengan ketakutan yang seperti itu, menunjukkan bahwa selama ini personalisasi kekuasaan hanya kesombongan Ahok belaka.Nyatanya dia gagal membentuk kualitas PNS yang kompeten dan profesional.” Terang Eq yang merupakan Aktivis 98.

Selain memberikan kritik atas kegagalan kepemimpinan Ahok, Eq juga menaruh curiga bahwa terdapat kepentingan politis dalam sikap Ahok yang melanggar peraturan PKPU.

“Saya mencurigai adanya kepentingan politik atas penolakan Ahok mengambil cuti kampanye. Pasalnya, tahun 2012 dulu dia (Ahok) mengambil cuti lho, dan dengan tidak maunya dia mengambil cuti kampanye, dia kembali telah melanggar peraturan yang berlaku. Dan kini dia mengajukan judicial review juga di MK.” Ketus Eq. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s