Bacagub DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, Edysa Girsang mengatakan bahwa Rakyat di Jakarta kini mulai berani membangun persatuan untuk menyuarakan aspirasinya demi menegakkan nilai-nilai demokrasi yang kian dihilangkan oleh pemerintahan DKI Jakarta saat ini.

Hal ini disampaikan Eq, sapaan akrab Edysa Girsang di tengah aksi pengumpulan tanda tangan massal warga Jakarta menolak pemimpin Jakarta yang tidak pro rakyat saat gelaran car free day berlangsung di kawasan sekitar bundaran HI.

“Pengumpulan tanda tangan ini bisa jadi merupakan awal terbentuknya persatuan rakyat Jakarta yang memiliki persamaan nasib dibawah kepemimpinan gubernur saat ini yang anti Pancasila, arogan sewenang-wenang menggunakan kekuasaan jabatannya, lebih pro keuntungan para pengembang daripada kesejahteraan rakyat Jakarta.” Terang Eq yang juga merupakan ketua umum Badan Relawan Nusantara

Eq juga menambahkan, penandatanganan pernyataan sikap menghendaki pemimpin yang nasionalis dan melaksanakan Pancasila ini tidak hanya dilakukan oleh para korban penggusuran rezim Ahok saja, tetapi juga elemen organisasi gerakan rakyat lainnya termasuk pemuda dan mahasiswa yang peduli dengan terwujudnya cita cita nasional Indonesia sesuai amanat pembukaan UUD 1945.

“Tidak hanya warga korban gusuran tak manusiawi, persatuan Perlawanan Rakyat Jakarta ini juga terbentuk oleh organisasi pemuda dan mahasiswa, komunitas pecinta lingkungan, para RT dan RW yang martabatnya direndahkan Ahok, serta organisasi rakyat lainnya, yang bersepakat untuk menolak pemimpin yang anti Pancasila dan menghendaki pemimpin baru yang nasionalis dan memegang teguh amanat UUD 1945.” Papar Eq

Eq mengungkapkan bahwa setelah pengumpulan aksi tanda tangan ini, spanduk yang telah terisi oleh tanda tangan aspirasi warga Jakarta akan di sampaikan kepada ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

“Saat ini faktanya adalah PDI Perjuangan merupakan partai yang akan menentukan arah konstelasi politik nasional, terutama di kontesasi Pilgub DKI Jakarta 2017. Artinya adalah partai ‘banteng’ ini memiliki bandul politik yang luar biasa strategis. Untuk itu, rakyat harus segera menyampaikan kepada bu Mega sebagai anak sang Proklamator dan sebagai ibu bangsa penjaga ideologi Pancasila 1 Juni 1945 bahwa rakyat Jakarta saat ini telah cukup menderita dan sengsara dibawah rezim Ahok dan suara ‘wong cilik’ menghendaki adanya pemimpin baru yang pro rakyat.” Tegas Eq yang juga pernah menjadi ketua posko pemuda mahasiswa pro Mega pada tahun 1996 silam. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s