Jakarta – Suhu politik ibukota memanas seiring semakin mendekatnya perhelatan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Hampir setiap hari, sejumlah pernyataan dan langkah-langkah politik menghiasi ruang-ruang publik.

Mulai dari calon petahana (incumbent) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maupun para penantang Ahok saling lempar argumen dan “menyapa” untuk menarik simpati warga Jakarta. Namun, semua itu menjadi sebuah kewajaran di setiap momen menjelang perhelatan politik.

Sesungguhnya, yang dinilai mengkhawatirkan adalah langkah politik Ahok yang kerap menuai kontroversi dan berdampak pada “banyaknya jatuh korban” akibat perilaku politiknya yang dinilai tidak memiliki adab ketimuran.


Anti Demokrasi dan Tidak Komunikatif
Dari sisi demokrasi, Ahok dinilai bukanlah seorang pemimpin yang demokratis. Ia jarang sekali menggunakan mekanisme “Musyawarah Mufakat” dalam setiap mengambil keputusan. Kekuasaan penuh ada di tanggannya.

Ahok dianggap tidak membuka ruang di luar dirinya untuk terlibat dalam pengambilan keputusan strategis. Bahkan, siapa yang tidak sejalan dengan dirinya langsung “dihitamkan”.

Kondisi ini membuat suasana dan skema kerja menjadi tidak sehat dan kondusif, karena ada aroma pemaksaan kehendak di dalam setiap keputusan Ahok membuat orang tergerak bukan atas sebuah kesadaran, tapi keterpaksaan.

Dari sisi komunikasi publik, banyak pihak menilainya sangat buruk. Ahok kerap mengeluarkan kata-kata yang tidak wajar diucapkan oleh seorang pemimpin sekelas gubernur di muka umum.

Tak hanya kepada anak buahnya, kepada seorang ibu warga Jakarta pun Ahok tega memaki-maki dengan kata-kata kasar, seperti, “maling”, “bodoh” dan lainnya. Cara komunikasi publik Ahok ini jelas tidak sesuai dengan adab ketimuran seorang pemimpin di Indonesia.
Akibat cara komunikasinya yang seperti ini menunjukan kelas Ahok sebagai pemimpin yang arogan, kasar, tendesius dan berjarak dengan rakyat.

Seperti kita ketahui, Ahok berulangkali “perang mulut” dengan sesama relasi yang juga memiliki jabatan strategis. Selain dengan sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, di antaranya juga dengan mantan Menko Maritim Rizal Ramli dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Sebagai seorang gubernur, Ahok jarang sekali menemui langsung warganya, baik di tempat keramaian seperti pasar maupun di pemukiman mereka langsung di daerah padat penduduk.

Ironisnya, perwakilan masyarakat Pasar Ikan Jakarta Utara yang datang ke balaikota pun Ahok tolak untuk “bermusyawarah’ dengan dirinya. Sepertinya Ahok tidak mau mencium aroma keringat warganya sendiri.

Korban Kepemimpinan Ahok
Tidak hanya anak buahnya yang PNS (pegawai negeri sipil) yang dipecat, juga ada beberapa dari mereka yang mengundurkan diri dari jabatannya karena sudah tidak kuat dengan ‘suhu panas” yang dibangun Ahok dalam memimpin Pemprov DKI Jakarta.

Berikutnya adalah ribuan warga Jakarta korban penggusuran. Setidaknya ada tiga titik, yakni Kalijodo, Pasar Ikan, dan Bukit Duri Kampung Melayu.

Akibat keputusan semena-mena Ahok, saat ini sebagian besar warga Jakarta dihantui rasa takut karena tidak menutup kemungkinan, kelak tempat tinggal mereka juga akan ikut digusur oleh Ahok.

Ahok Merugikan Jokowi?

Pertanyaan yang menarik adalah, perilaku politik Ahok yang dinilai buruk seperti di atas, apakah sampai merugikan Presiden Joko Widodo (Jokowi)? Karena selama ini, Ahok dalam segala hal dinilai kerap mengkaitkan dirinya dengan Jokowi. Apakah ini sebagai “pola perlindungan” yang sengaja dibangun oleh Ahok? Terlebih, saat ini suhu politik ibukota memanas.

Publik tahu, setelah Ahok “mencampakan” 1 juta KTP yang dikumpulkan untuk maju sebagai calon independen, dan meski telah mendapat dukungan dari tiga partai politik, Golkar, Nasdem dan Hanura, namun kini Ahok masih “mengejar-ngejar” satu tiket lagi dari partai politik, yakni PDI Perjuangan.

Di langkah politik yang satu inilah, Ahok tampak “membutuhkan dan berharap banyak” dari Jokowi dan berbalik “mengejar-ngejar” PDI Perjiuangan yang pernah ia abaikan karena sudah “Pede” maju sebagai calon independen. Namun, akhirnya kondisi berbalik. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s