cagub-pilkada-dki

Jakarta – Batas pendaftaran dan pengumuman kandidat calon Gubernur DKI Jakarta melalui jalur partai akan memasuki jatuh tempo pada penghujung bulan September ini. Ada satu hal yang menjadi sorotan publik dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2017 ini, yakni keputusan resmi kandidat Gubernur yang diusung oleh PDI Perjuangan.

“PDI Perjuangan adalah partai besar yang memiliki nilai sejarah panjang memperjuangkan kepentingan rakyat. Dan saat ini, kontestasi Pilgub DKI Jakarta bukanlah semata-mata hajatan pragmatis memilih pemimpin daerah, karena Jakarta adalah ibukota negara, maka pertaruhan ideologi pun menjadi kepentingan besar bagi rakyat Indonesia.” ujar Mones salah satu perwakilan Persatuan Perlawanan Rakyat Jakarta.

Mones juga menambahkan, bahwa sebagai partainya “wong cilik”, PDI Perjuangan harus mengusung calon pemimpin yang jelas keberpihakannya di garis rakyat.

“Kami persatuan rakyat di Jakarta telah bersikap tegas, bahwa Ahok bukanlah seorang yang pro terhadap kepentingan wong cilik, tidak pernah sekalipun dalam kepemimpinannya menjadi gubernur DKI Jakarta, dia (Ahok) mengamalkan nilai-nilai kerakyatan yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideology bangsa dan amanah pembukaan undang-undang dasar 1945 yang menjadi dasar dan acuan menjalankan pemerintahan.” Tegas Mones yang juga anggota Badan Relawan Nusantara

Untuk meneguhkan prinsip keberpihakkan garis massa rakyat ini, Persatuan Perlawanan Rakyat Jakarta telah melakukan aksi pengumpulan tanda-tangan warga yang mengikuti Car Free Day di sekitar bundaran hotel Indonesia pada akhir pekan minggu lalu.

“Kami membentangkan spanduk putih di sekitar bundaran hotel Indonesia untuk mengumpulkan dukungan masyarakat yang akan kami sampaikan kepada Megawati Soekarno Putri, bahwa rakyat Jakarta menginginkan gubernur baru yang nasionalis, yang pro rakyat dan telah terkumpul sekitar 15000 tanda tangan yang akan kami sampaikan kepada Megawati Soekarno Putri.” papar mones

Untuk diketahui, perwakilan dari persatuan perlawanan rakyat Jakarta mengunjungi kediaman Megawati Soekarno Putri di jalan Teuku Umar, untuk menyampaikan aspirasi rakyat Jakarta yang berisi curahan hati dan harapan rakyat Jakarta, melalui surat tertulis kepada Megawati Soekarno putri.

Namun maksud yang hendak disampaikan rakyat Jakarta ini di halang-halangi oleh petugas penerima tamu yang mengatas namakan Pak Fendi dengan alasan Megawati Soekarno Putri tidak menerima aspirasi warga di rumah Teuku Umar.

Persatuan Perlawanan Rakyat Jakarta, yang terdiri dari Badan Relawan Nusantara, Gerakan Perjuangan Mahasiswa Jakarta, Ikatan Remaja Akuarium, Warga Kalijodo Bergerak, Forum Warga Bukit Duri, Paguyuban Empang Bersatu Kapuk Muara, Komunitas Pendaki Muslim, Barisan RT/RW Baret Jembatan Besi, serta elemen gerakan rakyat lainnya kemudian mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan untuk menitipkan spanduk 15000 tanda tangan rakyat Jakarta meminta Gubernur baru Nasionalis pro rakyat kepada Megawati Soekarno Putri, yang diterima oleh resepsionis kantor dikarenakan kader partai sedang mengikuti agenda internal sekolah partai. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s