Jakarta – Desakan untuk mempidanakan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok terkait penistaan agama menuai banyak kontroversi. Masyarakat Jakarta banyak diantaranya turut berempati dengan kondisi yang bergejolak. Di beberapa tempat di Jakarta berbagai kalangan memberikan pandangannya baik dari kalangan intelektual dan kalangan pemuka masyarakat.

Di Jakarta Timur contohnya, diberbagai mushollah dan mesjid menyuarakan pendapatnya di majelis-majelis yang berlangsung secara terbuka. Salah satu wilayah yang menjadi pantauan IAS adalah kawasan Kampung Rambutan dan sekitarnya.

Pemuka masyarakat Cipayung pada Kamis (3/11) memberikan pandangannya, Rawiyan Dulloh mengemukakan bahwa persoalan penistaan agama ini mesti di tempatkan sesuai proporsinya. Kalau mau jujur muatan politisnya sangat kental terasa dan banyak diantara pemuka agama dan tokoh masyarakat bersikap setengah hati.

Rawiyan Dulloh mengutarakan, Ahok sebagai Gubernur DKI telah melakukan penistaan agama dan telah meminta maaf atas ketidaktahuannya dan menjadi mafhum sebab memang tidak mengerti keadaan karena umat Kristen.

Ia mengatakan, sepanjang kepemimpinannya sudah menjalani kebudayaan Islam. Ahok menggunakan peci, sarung dan selendang yang mencerminkan budaya Islam. Bahkan Ahok telah mengucapkan Assalamualaikum warraatullahi wabarakatuh dimana-mana, semestinya kita umat Islam peka dengan keadaan.

Menuntut Ahok untuk ditahan dan di proses bukanlah ranah spiritual dan bukan tugasnya, peran hukum sudah ada aparatur negaranya, masyarakat serahkan ke aparatur negara, yang tadinya emosional dan penuh kebencian mesti menempatkan persoalan yang justru tujuannya keridhaan Allah SWT.

Rawiyan menjelaskan, semestinya ketika Ahok meminta maaf umat Islam menerima maafnya bahkan Rasulullah Muhammad SAW pun mampu memberikan maaf. Di masa kerajaan nusantara terdahulu Pangeran Kian Santang pernah menantang Sayidinna Muhammad dan datanglah menantunya Sayidinna Ali dan Pangeran Kian Santang kalah.

Ia menyampaikan, risalah ini pernah terjadi di tanah nusantara dan Pangeran Kian Santang diberikan ampunan dengan catatan Pangeran Kian Santang beserta sanak keluarganya mesti masuk Islam. Inilah yang menjadi contoh peristiwa yang bisa menjadi pelajaran buat umat Islam dan apabila ini yang menjadi tujuan umat Islam baru keadaannya menjadi benar.

Penistaan agama yang di plintir menjadi persoalan politik inilah yang akan menjadikan masyarakat korban dari pertikaian. Masyarakat biasa yang nantinya akan menjadi korban keadaan, mengingatkan Ahok untuk masuk Islam agar memahami Islam yang sesungguhnya. Memberikan hidayah kepada Ahok tentunya merupakan cermin Islam yang di nantikan masyarakat, Islam yang jernih dan Islam yang mencerahkan.

Rawiyan Dulloh menjelaskan, terlepas Ahok akan menjadi Gubernur DKI atau tidak, agar masyarakat terlepas dari pusaran politik yang menyesatkan. Apabila umat muslim mampu menyadarkan Ahok untuk masuk Islam, pintu surga akan terbuka lebar bagi umat dan keridhaan Allah SWT akan umat dapatkan.

Ia mengatakan, masyarakat saat ini membutuhkan sinar terang dalam kegelapan politik pemilu Indonesia, dan semestinya para tokoh dan pemuka agama tersebut mengarahkan kepada memberikan hidayah kepada Ahok. Tentunya masyarakat sangat mengharapkan kesejukan hati para pemuka dan tokoh agama agar dapat membuka hati Ahok agar masuk Islam. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s