JAKARTA – Calon Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, mengawali kampanye di lingkungan padat penduduk di Jl Kunir RT 01 RW 04, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (22/11).

Setibanya di lokasi, Sandi yang mengenakan kemeja putih langsung berjalan kaki menyapa warga yang ditemuinya. Sesekali berbincang dengan warga untuk mengetahui permasalahan yang ada.

Setelah sekira satu jam lamanya berkeliling kampung, pendamping Calon Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan itu, langsung menggelar dialog dengan warga.

Di awal pidatonya, Sandi menyampaikan beberapa program kerja yang akan dilakukannya kelak. Misalnya, Kartu Jakarta Sehat (KJS) Plus.

Politikus Gerindra ini menyebut, program di bidang kesehatan tersebut merupakan kombinasi dan penyempurnaan dari KJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Perbedaannya dengan sebelumnya, KJS Plus membrikan layanan kesehatan kelas 1 dan sasarannya kini juga bagi pemuka agama, guru ngaji,” ucapnya.
Sandi beralasan, para pemuka agama turut menjadi sasaran KJS Plus karena selalu mendoakan warganya yang sedang kesusahan maupun senang.

“Tapi, giliran dia sakit, siapa yang bantu? Makanya. Kita berikan bantuan kepada mereka,” beber eks ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu.

Setelah menyampaikan visi misinya, Sandi pun membuka sesi tanya jawab bagi para warga yang hadir. Salah satu yang dipertanyakan, sikap pasangan nomor urut 3 kepada warga yang tinggal di daerah yang legalitasnya masih diperdebatkan.

Dia pun menjanjikan, akan mencari solusi bersama dengan rakyat untuk kebaikan bersama. Sebab, setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam dimensi apapun, termasuk kepemilikan lahan.

“Kita tata tanpa air mata. Yang penting kita tidak sewa, tapi punya. Nanti ada skemanya dicicil,” janjinya. Sandi menambahkan, nantinya masalah pertanahan akan dibantu seorang ahli hukum agraria, agar masalah legalitas bisa diatasi.

Warga lain pun mempertanyakan komitmen politikus berdarah Gorontalo ini, apabila kelak terpilih pada Pilkada DKI 2017. Dengan santai, Sandi menjawabnya menggunakan analogi perbedaan Pil Keluarga Berencana (Pil KB) dan pilkada.
“Pil KB, kalau lupa, jadi. Pilkada, kalau jadi, lupa,” selorohnya.

“Saya baru pertama ini nyalon. Insya Allah saya tepati. Kalau nanti terpilih, saya datang ke sini lagi,” janjinya.

Alumnus Wichita State University itu menambahkan, janji kampanye akan semaksimal mungkin direalisasikannya kelak bila terpilih, karena menurutnya janji adalah utang.

“Ditagih bukan (hanya) di dunia, tapi (juga) di akhirat. Apalagi, saksinya ada pak ustad, ibu-ibu, bapak-bapak, juga Tuhan,” tutupnya. (Lin)

Reporter : Muhammad Nur Rahman

Editor : Parlin Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s