JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi salah satu cagub dengan kepemilikan harta paling sedikit. Jumlah kekayaan Anies yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta adalah Rp 7.3 M dan 8 ribu dollar AS. Kalah jauh dibandingkan dua pesaing lainnya. Meski demikian, Anies mengaku kalau memang kekayaannya hanyalah sebanyak itu.

Kekayaannya memang hanya Rp 7,3 M. Dibandingkan dua cagub lain, kekayaan Anies adalah paling kecil. Gubernur non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, adalah yang paling kaya. Kekayaan Ahok mencapai Rp 25,6 Miliar dan 7 ribu dollar AS. Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar Rp 15,2 M dan 511 ribu dollar AS.

Seusai menghadiri pertemuan dengan Forum Pemred di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Anies mengakui kalau kekayaan yang memang hanya Rp 7,3 M. Dia pun tidak mengomentari hasil laporan harta kekayaan penyelenggaraan negara (LHKPN) yang sudah diumumkan. 

“Memang begitu saja kekayaan saya,” tutur Mantan Ketua Komite Etik KPK ini.

Dia juga tidak mengomentari jumlah kekayaan dari dua cagub lainnya. Menurutnya, dia hanya melaporkan kekayaan yang memang atas nama dirinya saja. “Saya terbuka dan saya laporkan semua,” ucapnya.

Menurut Anies, dia memang sudah terbiasa untuk melaporkan kekayaan. Sejak 2013, dia sudah memberikan laporan kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). meski saat itu dirinya masih belum menjabat sebagai pejabat negara. “Saya salah satu yang pertama melapor,” ujar pria 47 tahun itu.

Saat itu, laporan yang diberikan pun bukan LHKPN. Namun laporan warga negara. Sehingga untuk pelaporan harta kekayaan, baginya itu hal yang lumrah. Sehingga tidak takut untuk terbuka mengenai kekayaannya.

Berdasar LHKPN yang diumumkan, kekayaan Anies meliputi tanah dan bangunan seluas 1.655 m2 dan 565 m2 di Jakarta Selatan yang berasal dari hasil sendiri perolehan dari 2010 sampai dengan 2016 senilai Rp 8.408.525.000 dan juga tanah seluas 91 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2012 sampai dengan 2013 senilai Rp 1.492.730.000.

Kemudian harta bergerak berupa alat transportasi berupa mobil merk Toyota Avanza tahun pembuatan 2012, yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2012 senilai Rp 112.000.000. lalu merk Toyota Kijang Innova, tahun pembuatan 2008, yang berasal dari hasil sendiri
perolehan tahun 2008 senilai Rp 105.000.000. terakhir mobil merk Mazda 2, tahun pembuatan 2013, perolehan tahun 2016 senilai Rp 135.000.000.

Lalu juga logam mulia dari warisan perolehan dari tahun 1985 sampai dengan 2016 senilai Rp 333.133.348. Kemudian benda bergerak lainnya perolehan dari tahun 2005 sampai dengan 2016 senilai Rp 338.330.500
Lalu ada juga surat berharga tahun investasi dari 2012 sampai dengan 2013 yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 50.000.000 dan tahun investasi 2008, yang berasal dari warisan senilai Rp 38.768.976. Kemudian Giro dan setara kas lainnya senilai Rp 701.714.556 dan USD 8.893. Hutang dalam bentuk pinjaman uang senilai Rp 4.408.159.775.

Reporter : Muhammad Nur Rahman

Editor : Parlin Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s