JAKARTA – Puluhan warga Jalan Pandan RT 09 Kramat Pela, Kebayoran Baru memang menunggu kedatangan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (5/11). Namun warga yang didominasi perempuan itu tidak menyangka bahwa mantan Mendikbud itu datang dengan berjalan kaki dari arah jalan raya.

Hj. Zakiah misalnya. Perempuan paro baya itu kaget saat melihat Anies datang berjalan kaki. “Bapak jalan dari depan? Kami kira beliau datang naik mobil,” ucapnya.

Jalan Pandan memang tidak terlalu jembar. Hanya cukup dilalui oleh satu mobil. Meski demikian, Anies yang tiba mengenakan baju koko putih tetap datang dengan berjalan kaki. “Lumayan lho. Ratusan meter dari depan,” ungkapnya.

Anies menyebut, dia memang sengaja untuk jalan kaki. Sebab dari depan sudah banyak warga yang menyambutnya. “Sekalian jalan bareng-bareng,” ungkapnya.

Pada pertemuan dengan sejumlah warga dan majelis taklim, mantan Ketua Komite Etik KPK itu menyampaikan sejumlah hal. 

Salah satunya adalah mengenai sembako dan pendidikan yang dianggapnya masih belum bisa dinikmati oleh masyarakat seutuhnya. “Kami naik, sembako turun,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Pendidikan memang menjadi hal utama bagi Anies. Terutama pengembangan akhlak dan pendidikan berbasis agama. Saat Hj. Ida, salah seorang pengelola TPA di kawasan Kramat Pela itu mengeluh adanya penambahan jam belajar di sekolah, maka berakibat pada kurangnya anak untuk masuk TPA (taman pendidikan Alquran). “Jadi seakan-akan anak-anak dikurangi belajar di TPA,” ucapnya.

Anies menilai, salah satu yang sempat dikerjakannya saat jadi Mendikbud tapi belum tuntas adalah pembahasan pengurangan jam belajar. “Agar anak bisa belajar di rumah dan juga TPA,” ucap dia.

Dia memastikan akan memerhatikan jam belajar lagi. Sehingga anak-anak bisa masuk TPA. Sebab menurut Anies, anak-anak itu harus diperkuat akidah, syariah, dan akhlak. “Kalau mau mengubah Indonesia. Harus dari dini,” tegasnya.

Dia pun mencontohkan saat aksi damai salat dan zikir berjamaah 2 Desember lalu. Saat itu seluruh dunia melihat bahwa masyarakat muslim Indonesia bisa berakhlak dan berbudaya. “Dan itu harus dipupuk sejak dini,” terangnya.

Reporter : Muhammad Nur Rahman

Editor : Parlin Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s