JAKARTA – Tim Kampanye Anies Baswedan-Sandiaga Uno kumpulkan 248 relawan se-Jakarta. Konsolidasi pemenangan tersebut, dilakukan di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan kemarin (14/12.

Tim pasangan Anies-Sandi memberikan pembekalan pada relawan. Mereka, kini memiliki kewenangan untuk melakukan kampanye bersama pasangan calon ke wilayah masing-masing.

Konsolidasi juga, dihadiri Ketua DPD Gerindra DKI Muhamad Taufik, Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo, Denny Iskandar mewakili Ketua Relawan Boy Sadikin, Eep Saefullah Fatah dan elit partai pengusung Anies-Sandi.

Ketua Tim Kampanye pasangan Anies-Sandi Mardani Ali Sera mengungkapkan, Jakarta ini seperti bentuk segitiga. Titik paling atas adalah keserakahan sedangkan dua titik di bawah yakni ketidakadilan dan kemiskinan. 

Menurut dia, ibu kota membutuhkan pemimpin baru untuk memberantas ketimpangan tersebut. Politikus PKS itu, sangat yakin bahwa pasangan Anies-Sandi mampun mengentaskan kemiskinan, memberantas ketidakadilan, dan keserakahan. 

“Gerindra dan PKS rela mendukung Anies yang berasal dari luar partai kami sebagai calon gubernur hanya demi warga Jakarta,” kata Mardani dihadapan ratusan relawan.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Gerindra DKI Muhamad Taufik menambahkan, relawan jangan takut salah melakukan dukungan untuk Anies-Sandi. Suluruh tim pemenangan, tidak perlu ragu mendukung pasangan calon nomor urut tiga. 

Sebab, pasangan Anies-Sandi pasti menang karena memiliki posko atau rumah relawan yang tersebar di 248 lokasi. 

“Mudah-mudahan sebentar lagi bisa bertambah menjadi 267 sesuai jumlah kelurahan di Jakarta,” ujar Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI.

Sedangkan Eep Saefullah mengingatkan para relawan agar tidak mudah percaya dengan survei dari lembaga survei yang tidak kredibel. 

Dia mencontohkan, dua hari lalu ada survei yang menyebutkan salah satu pasangan calon mengalami kenaikan elektabilitas 15 persen. Tapi surveinya tak jelas karena hanya meneliti 400-an responden. “Ini survei menyesatkan hanya untuk gagah-gagahan dan menipu orang,” ujar Eep yang juga memiliki lembaga kajian survei.

Ia merasa terpanggil untuk mendukung Anies-Sandi demi perbaikan masa depan Jakarta. DKI ini dikesankan oleh pihak tertentu sebagai kota yang maju. Padahal, ibu kota sebenarnya terkotak-kotak, warga terpecah belah, jarak miskin dan kaya sangat timpang. 

Banyak gedung megah dan infrastruktur bermunculan, tapi sebagian warga tak bisa menikmati. “Padahal membangun kota yang penting mensejahterakan warganya,” ujar Eep.

Reporter : Muhammad Nur Rahman

Editor : Parlin Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s