JAKARTA- Banyaknya ideologi yang berseliweran di Indonesia saat ini menjadi bahasan diskusi yang digelar Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (1/1). 

Tema diskusi “Mengenal Ideologi Trans-Nasional di Era Globalisasi: Pengaruhnya terhadap Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI” yang dibawakan oleh dua pemakalah yaitu Prof. Dr. Mohammad Baharun dan Dr. Abdul Chair Ramadhan, dengan Dr. Hidayat Nur Wahid sebagai pembahas. Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor urut 3 Anies Baswedan juga diundang hadir selain sekitar 300 peserta diskusi yang memadati ruang diskusi.

Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab mengungkapkan bahwa diskusi pagi tadi bertujuan mengedukasi serta mencegah ideologi yang tak sesuai dengan umat Islam yang berkembang di Indonesia.

Dalam kesempatan itu Habib Rizieq meminta kepada Anies Baswedan untuk menjawab berbagai tudingan yang diarahkan pada dirinya. 

“Nah Pak Anies ini kerap mendapatkan fitnah, lengkap sudah. Maka dari itu kami berikan kesempatan pada beliau untuk menjawab,” ucap Habieb Rizieq di depan ratusan jamaah yang menghadiri diskusi.

Anies lalu berbicara untuk menjelaskan dan membantah tuduhan yang bernuansa fitnah yang ditujukan pada dirinya. 

Anies kerap dituding Syiah dan tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL). Bahkan ada yg menyebutnya sebagai berpaham Wahabi. 

Anies memulai bantahannya tentang semua tuduhan itu dengan mengatakan bahwa menurut aturan, yang bertanggung-jawab untuk membuktikan adalah pihak yang menuduh bukan yang dituduh. 

Akan tetapi karena ini sudah jadi fitnah dari mulut ke mulut, sudah jadi gosip maka dia tegaskan bahwa dirinya adalah Seorang Ahlu Sunnah Wal Jamaah dan bukan pengikut Syiah ataupun wahabi.

Anies sendiri bahkan tidak tahu kenapa tuduhan itu muncul. Dia berspekulasi mungkin tuduhan itu dikarenakan saat menjabat Mendikbud Duta Besar Iran datang menghadap.

“Mungkin karena saat itu Kedutaan Iran pasang foto kunjungan dan menyebar sehingga dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab untuk memfitnah saya. Padahal saya terima puluhan duta besar negara yang punya perwakilan di Jakarta,” papar Anies.

Selanjutnya tentang tuduhan Wahabi, Anies malah langsung katakan tak ada satu alasanpun yang bisa dijadikan dasar. “Aneh bener, masak satu orang difitnah syiah sekaligus wahabi, padahal mereka kan musuhan,” kata Anies. Para hadirinpun sampai tertawa terbahak-bahak saat mendengarnya. Mereka langsung mengerti kalau Anies memang bukan Syiah ataupun Wahabi.

Kemudian Anies juga menampik dirinya sebagai JIL. Bahkan dia mencerita tentang adanya buku 50 Tokoh Islam Liberal dan di buku itu tidak termasuk nama Anies karena memang Anies tidak pernah ikut dalam kegiatan JIL.

“Saya tegaskan depan hadirin bahwa saya adalah seorang Ahlu Sunnah Wal Jama’ah,” tandasnya.

Anies mengulang penekanan bahwa sebenarnya tanggung jawab untuk membuktikan ada pada si penuduh. Namun, penuduh tersebut tidak gentle apalagi di masa pilkada ini, berbagai macam firnah disebarkan. Anies menceritakan bahwa di masa kampnye ini berbagai fitnah dikirimkan pada dirinya. Banyak fitnah disebarkan lewat berbagai forum. Sebuah cara kejam dan keji. Anies sampaikan terima kasih pada semua hadirin yang bersedia tabayun.

Di antara hadirin ada juga yang bertanya tentang sikap Anies terhadap reklamasi dan langsung dijawab bahwa ada banyak aturan yang dilanggar dan ketidakberpihakan pada rakyat kecil terutama nelayan serta lingkungan hidup. Karena itu Pasangan Calon nomor urut 3 ini tidak setuju dengan reklamasi. 

Menurut Anies, menghadiri undangan berbagai diskusi termasuk Minggu pagi tadi sekaligus merupakan salah satu pesan yang dibawa oleh pasangan Anies-Sandi. 

Pasangan ini menawarkan Jakarta sebagai kota yang bisa maju bersama. Pasangan ini terbuka, bisa bertemu, berdialog dan bertukar pikiran dengan berbagai pihak, dengan siapa saja. Karena itu undangan diskusi dan dialog lintas isu hampir selalu mereka hadiri. 

Undangan dialog dari warga Jakarta adalah cara warga mengetahui dan menilai kepemimpinan, visi dan misi Anies-Sandi. Serta cara Anies-Sandi membuktikan bahwa menghormati kesejajaran bagi warga Jakarta -apapun latar belakang identitasnya- berhak berdialog dengan calon gubernur.

Anies mengatakan bahwa, “Jakarta untuk semua, dan setiap warga Jakarta berhak berdiskusi dengan pasangan calon Anies-Sandi.”

Reporter : Muhammad Nur Rahman

Editor : Parlin Siagian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s