Warga korban penggusuran pemkot Bekasi effendi atau akrab disapa pepen berbondong-bondong mendatangi KomnasHAM untuk berbicara dan mengadukan penistaan yang dilakukan pepen terhadap warga bekasi.

“Sekitar 7 bulan yang lalu pepen melakukan tindakan yang menyakiti kami, menggusur rumah kami tanpa musyawarah dengan kami, pepen sebagai pemimpin tidak menganggap kami sebagai manusia, itu menyakitkan hati kami dan jelas pepen sudah menistakan kemanusiaan.” Ungkap bu Sona warga Bekasi korban penggusuran.

Bu Sona juga menambahkan, bahwa apa salahnya pepen mendatangi rumah kami dan mengajak musyawarah agar semuanya senang. “Permintaan kami sederhana, yakni diberikan ganti rugi bangunan saja agar menjadi modal kami untuk melanjutkan hidup setelah rumah kami tergusur demi proyek yang katanya adalah untuk pembangunan daerah. Namun pepen tidak pernah mengajak kami musyawarah mencari solusi bersama.” Papar bu Sona

Sementara itu, ketua FSB Nikeuba KSBSI, dedi menyampaikan ekspresi kemarahannya terhadap kepemimpinan pepen. “pemimpin dengan karakter dan cara memimpin seperti pepen lebih baik di gulingkan saja, karena tak layak menjadi pemimpin rakyat yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan musyawarah-mufakat.” Kecam Dedi

Dedi juga menduga bahwa pepen menggunakan otoritasnya secara sepihak dan hanya menguntungkan diri sendiri. “Menurut data, sejatinya rumah yang digusur pepen merupakan tanah dan wewenangnya PUPR, bukan tanah Pemkot Bekasi. Lah koq ini pepen yang nafsu membebaskan lahan di daerah itu? Jangan-jangan ini kongkalikong pengusaha dengan penguasa yang menjadikan rakyat sebagai tumbal dari kesenangan mereka saja.” Ungkap Dedi.

Natalius selaku perwakilan KomnasHAM yang menemui warga mengatakan akan menyampaikan kedalam internal KomnasHAM agar dapat ditindaklanjuti proses hukumnya.

“Saya sudah menampung aspirasi warga, akan saya sampaikan kepada tim agar dapat ditindaklanjuti, karena kasus ini merupakan bentuk bahwa negara telah melakukan perusakan terhadap hak milik atas bangunan warga, ini tindakan yang salah dan negara harus bertanggung jawab atas perusakan dan perampasan bangunan warga ini.” Terang Natalius. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s