IAS – Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia, salah satu tugas penting yang menjadi agenda prioritas Pemerintah adalah menyediakan rumah layak huni dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat yang belum mempunyai rumah. 

Pemerintah terus berupaya mewujudkan cita-cita luhur tersebut melalui Program Sejuta Rumah bagi rakyat Indonesia dengan memberikan Subsidi Bantuan Uang Muka (BUM), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan Subsidi Bunga KPR. Sasaran utama dari program ini adalah untuk memberikan akses pembiayaan perumahan yang murah dengan uang muka rendah dan cicilan ringan sehingga terjangkau bagi masyarakat. 


Selain itu, Pemerintah dan DPR juga telah menetapkan UU Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) yang bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau.

Sebagai katalisator utama Program Sejuta Rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) merupakan salah satu BUMN Perbankan yang memberikan kredit bersubsidi untuk perumahan serta memiliki pengalaman dan spesialiasi dalam penyaluran kredit perumahan rakyat (KPR). Saat ini, BTN memberikan program KPR subsidi dengan skema syariah (iB) yang akan memberikan alternatif bagi umat untuk dapat memperoleh pembiayaan perumahan yang murah dan berbasis syariah. 

Program ini dilaksanakan melalui Unit Usaha Syariah (USS) dan menjadi program piloting KPR Subsidi Syariah bagi para imam, mu’adzin, dan karyawan Masjid Istiqlal dengan uang muka 0% dan cicilan murah senilai Rp780.694 per bulan. Program tersebut diharapkan dapat membantu umat untuk mendapatkan rumah layak huni. Kedepannya, program piloting ini akan menjadi proyek percontohan dan apabila berhasil akan diterapkan di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Peduli Umat. 

Hari ini, Menteri Keuangan menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman tentang Penyediaan Pembiayaan Perumahan Subsidi bagi Imam, Mu’adzin, dan Karyawan Masjid Istiqlal antara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dengan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), bertempat di Aula Mezanine Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan. Penandatangan tersebut sebagai tanda pemberian kredit pemilikan rumah (KPR) Subsidi Syariah bagi para imam, mu’adzin, dan karyawan Masjid Istiqlal. 


Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pelaksanaan program KPR Subsidi Syariah harus tetap dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (governance). Disamping itu, Menteri Keuangan juga memberikan apresiasi bagi BPPMI yang telah berperan dalam mendukung Program Sejuta Rumah melalui bantuan uang muka kepada penerima pembiayaan KPR Subsidi Syariah. Program Sejuta Rumah bukan hanya milik Pemerintah, tetapi milik dan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (Lin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s