IAS – Nasionalisme menjadi sarapan empuk para penguasa ditampuk kekuasaan, beragam manuver yang ditujukan untuk melanggengkan kekuasaan dipraktikkan oleh para pengurus negeri. 

Salah satu partai koalisi kekuasaan Partai Nasdem membentuk Akademi Bela Negara. Dengan dalih semangat persatuan kesatuan, rakyat diajak berbondong-bondong untuk berpartisipasi. Di sisi lain kita juga menyaksikan upaya-upaya negara untuk membungkam suara rakyatnya. 

Kami katakan bahwa Nasdem itu melanggengkan praktek-praktek PLUTOKRASI sehingga RESTORASI nya hanyalah bermuara pada FASISME semata. Plutokrasi itu anak genetisnya dari KAPITALISME. 

Sedangkan KAPITALISME itu sekondan dengan KOMUNISME karena keduanya bermahzab MATERIALISME, walau keduanya seolah bertolak belakang. 

Baik Plutokrasi, Kapitalisme maupun Komunisme, semuanya beda dengan Pancasila. Pancasila bukan sublimasi dari Kapitalisme dan Komunisme. 

Kapitalisme maupun Komunisme baru sebatas IDEOLOGI sedangkan Pancasila adalah akar budaya asli bangsa Indonesia sehingga Pancasila itu sudah sebagai philosophy grondslag. 

Pancasila punya BELIEF IN GOD, tapi Komunisme dan Kapitalisme lebih kepada RASIONALITAS MATERIALISME. 

Jelas berbeda antara minyak dan air, begitupula antara api dan cahaya. 

Kalau Surya Paloh memang seorang Ideolog, mestinya beliau mampu membedakan dan memisahkan minyak dengan air. 

Tapi kalau cuma memperdagangkan nasionalisme, kita jadi tau kapasitasnya menuju konglomerasinya seperti apa, yakni kapitalisme dan kekuasaan semata. Rakyat mesti mewaspadai sepak terjang penguasa yang ingin melanggengkan kekuasaan untuk kepentingan kelompoknya. 

Komunitas pergerakan 98 menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk peka dengan manuver-manuver politik penguasa agar tidak termanipulasi oleh kepentingan jangka pendek dan sesaat. 

Untuk itu rakyat mesti jeli dan kritis terhadap sepak terjang para politisi yang sedang bermain untuk kepentingan kelompoknya semata. Dan mengantisipasi kemungkinan kerugian akan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang sesungguhnya dijaga oleh rakyat Indonesia. 

Kedaulatan ada ditangan rakyat dan segala bentuk manuver politik yang bertentangan dengan tujuan bangsa Indonesia merdeka mesti diwaspadai. Merdeka!!! 

Tebet, 16 Juli 2017. 

Dodi Ilham.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s